Berita Terkait Wabah PMK

Provinsi

16

Kasus Aktif
11
Zero Reported Case
Kab/Kota

129

Kasus Aktif
181
Zero Reported Case
Kecamatan

933

Kasus Aktif
1.854
Zero Reported Case
Desa

2.994

Kasus Aktif
11.265
Zero Reported Case

8.215.047

(ekor)
Sakit

585.077

(ekor)
Sembuh

524.905

(ekor)
Potong Bersyarat

13.699

(ekor)
Mati

10.569

(ekor)
Belum Sembuh

35.904

(ekor)

Pemerintah tangani PMK secara menyeluruh, masyarakat diminta tak panik - ANTARA News

07 Aug 2022 20:50:45 | AntaraNews.com

PMK ada tapi bisa dikendalikan. PMK ada tapi tidak membahayakan manusia. Yang penting jangan ada kepanikan, karena kami akan tangani bersama-sama di bawah koordinasi Satgas BNPBJakarta (ANTARA) - Pemerintah menegaskan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak ditangani secara menyeluruh dengan kerja sama dan kolaborasi berbagai kementerian lembaga dan masyarakat diminta untuk tidak panik dalam meresponnya.

Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Kementerian Pertanian Junaidi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa PMK bisa dikendalikan dan tidak membahayakan manusia.

"PMK ada tapi bisa dikendalikan. PMK ada tapi tidak membahayakan manusia. Yang penting jangan ada kepanikan, karena kami akan tangani bersama-sama di bawah koordinasi Satgas BNPB," kata Junaidi.

Dia menjelaskan kerja sama dilakukan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sejumlah instansi terkait dalam penanganan wabah PMK, termasuk TNI dan Polri, berkolaborasi bersama untuk menekan laju penyebaran wabah pada hewan-hewan berkuku genap yang rawan tertular.

"Kementan sudah bekerja keras di dalam menangani PMK di Indonesia. Oleh karena itu, kami semua di bawah struktur Satgas BNPB melakukan sinergi seluruh kementerian-lembaga," katanya.

Kementan melalui Badan Karantina memperketat distribusi hewan ternak antarpulau di Indonesia, terutama yang berasal dari zona merah, sebagai upaya mencegah penyebaran wabah PMK. Kementan juga akan menindak tegas pihak-pihak yang tidak taat prosedur. Junaidi menegaskan bahwa hewan-hewan ternak yang akan didistribusikan diharuskan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Terhadap distribusi antarpulau, antarzonasi, itu karantina sudah diberi pengetahuan dan edukasi berdasarkan Surat Edaran No. 4 Tahun 2022. Ini harus dilakukan secara ketat dan tanpa toleransi dari pulau-pulau zona merah ke pulau zona kuning dan hijau dan sebaliknya," kata Junaidi.

Surat Edaran Satgas Penanganan PMK No. 4 Tahun 2022 mengatur tentang pengendalian lalu-lintas hewan dan produk hewan rentan PMK berbasis zonasi. Wilayah PMK dibagi jadi zona merah, kuning, dan hijau.

Wakakordalops Satgas Penanganan PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja menambahkan, untuk produk-produk olahan dari hewan ternak di zona merah tetap aman dikonsumsi masyarakat.

"Untuk produk olahan berdasarkan surat edaran, berdasarkan zonasi yang kami buat tersebut, untuk semua produk dari zona merah sebenarnya bisa dibawa ke zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Kenapa? Karena namanya produk olahan tentunya sudah melalui berbagai proses kesehatan dan sebagainya termasuk juga untuk PMK," kata Ary.

Sementara untuk produk segar dan olahan hewan ternak yang diimpor dari luar negeri, Kementan memastikan tidak ada yang terpapar PMK.

"Mengenai impor produk daging dari luar negeri harus diberi izin atau terdaftar dari negara-negara yang sudah bebas PMK. Sehingga impor produk olahan dari luar negeri itu kami nyatakan sudah bebas dari PMK," kata Junaidi.

Pemerintah menerapkan lima langkah utama sebagai strategi kebijakan multilevel dengan tujuan membatasi penyebaran wabah dan melindungi perbatasan antarkota dalam negeri maupun antarnegara, yakni penerapan biosecuriti yang ketat, pengobatan bagi hewan yang sudah terinfeksi PMK, pengujian, vaksinasi, dan pemotongan hewan terpapar PMK. Untuk pemotongan hewan secara terpaksa tersebut, pemerintah telah menyiapkan kompensasi dan bantuan bagi masyarakat.

"Jadi sesungguhnya kalau di zona merah, kuning maupun hijau, kami sudah ada SOP (standard operational procedure). Masing-masing harus diterapkan karena dalam penanganan PMK tidak ada suatu risiko terkecil yang boleh kami toleransi. Karena kami tidak bisa abaikan dengan alasan hanya sekadar hewan. Tapi juga media-media pembawa atau yang bersifat carrier,” kata Junaidi.

Baca juga: Pemerintah pastikan vaksin PMK aman bagi ternak

Baca juga: 1,09 juta ekor sapi sudah terima vaksin PMK

Baca juga: Satgas: 282.247 ekor ternak sembuh dari penyakit mulut dan kuku

Pewarta: Aditya Ramadhan

Editor: Biqwanto Situmorang

COPYRIGHT © ANTARA 2022


Source By : AntaraNews.com
WabahSapiPenyakit Mulut Dan KukuPmkVaksinVaksinasiSembuhHewanTernak

Kontak Layanan Crisis Center PMK

Any Content, Logo, Images, Trademarks and Registered Trademarks not owned by SiagaPMK.crisis-center.id
that appears on the Websites
is the property of their respective owner(s).
and its property is also protected by copyright law,
used in this website are for public information purposes only
Source By : AntaraNews.com