Berita Terkait Wabah PMK

Provinsi

16

Kasus Aktif
11
Zero Reported Case
Kab/Kota

129

Kasus Aktif
181
Zero Reported Case
Kecamatan

933

Kasus Aktif
1.854
Zero Reported Case
Desa

2.994

Kasus Aktif
11.265
Zero Reported Case

8.215.047

(ekor)
Sakit

585.077

(ekor)
Sembuh

524.905

(ekor)
Potong Bersyarat

13.699

(ekor)
Mati

10.569

(ekor)
Belum Sembuh

35.904

(ekor)

Kementan Kirim Obat-Obatan dan APD ke Beberapa Wilayah untuk Kendalikan PMK

18 May 2022 19:14:09 | MediaIndonesia.com

Antara/Dhedhez ANggaraDokter hewan memeriksa sapi

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengirimkan logistik kesehatan berupa Vitamin, Antibiotik, Antipiretik, Desinfektan dan APD ke beberapa wilayah yang diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK)

“Mulai tanggal 7-12 Mei lalu kami sudah melakukan pengiriman logistik tahap 1 ke beberapa provinsi, “ ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Nasrullah dilansir dari keterangan resmi, Rabu (18/5). 

Nasrullah mengungkapkan, pada 16 Mei lalu, Kementan kembali melakukan pengiriman logistik tahap kedua untuk wilayah yang diduga terjangkit PMK termasuk Jawa Timur dan Aceh. Menurutnya, keseluruhan obat-obatan yang telah Kementan kirimkan sebesar Rp534,29 juta dan pengiriman berikutnya dilakukan pada 18 Mei 2022. 

“Begitu ada wabah penyakit PMK, kami bersama-sama dengan Pemerintah Daerah terus melakukan koordinasi, sehingga mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan untuk dapat mengendalikan penyebaran wabah PMK,” tuturnya.

Nasrullah menyampaikan, pengendalian penyebaran PMK menjadi mutlak yang harus dilakukan agar segera ditangani. Menurutnya, saat ini hewan yang terinfeksi telah diberikan obat, penyuntikan vitamin, pemberian antibiotik, dan penguatan imun. Kondisi terakhir pada hewan ternak yang telah diberikan obat dan vitamin juga sudah mulai membaik.

"Alhamdulillah pemberian dalam bentuk Vitamin, Antibiotik, Antipiretik, Desinfektan dan APD untuk petugas hasilnya jauh lebih baik, seperti hewan yang meler mulai segar dan yang tadinya tidak bisa berdiri kini sudah berangsur normal. Pemberian desinfektan juga sudah kita sarankan di kandang dan area pemeliharaan," ujar Nasrullah.

“Dengan pemberian obat-obatan diharapkan dapat mencegah meluasnya wabah PMK,” lanjutnya.

Selanjutnya pemerintah juga berencana akan mengirimkan bantuan logistik obat-obatan, vitamin dan APD ke provinsi sentra ternak yang masih bebas PMK seperti Sulawesi Selatan, NTT dan Bali. Pengiriman tersebut direncanakan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. 

Nasrullah mengungkapkan, Kementan saat ini telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp48 miliar untuk pencegahan dan pengendalian PMK, terutama pengadaan vaksin nasional. 

Baca juga : 166,4 Juta Masyarakat Indonesia telah Terlindungi Vaksin Dosis Lengkap

"Pembiayaan pengendalian dan pencegahan PMK ini selain dari APBN, juga ada sinergi dengan APBD dan sumber pembiayaan lainnya," kata Nasrullah.

Munculnya virus PMK menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak. Hal ini wajar karena sudah lebih dari 20 tahun yang lalu sejak Indonesia terakhir kali menangani PMK. Meskipun demikian, Indonesia telah mempunyai pengalaman dalam menangani kasus penyakit hewan ini. 

“Insyaallah, dengan menggandeng banyak pihak mulai dari Pemerintah Daerah, akademisi, para pelaku usaha, asosiasi, serta peternak, maka kita upayakan bersama-sama agar PMK ini bisa teratasi dengan baik, serta dapat meminimalisir kerugian yang mungkin timbul dari munculnya wabah ini,” ucapnya.

Secara terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatan menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan 3 agenda untuk mengatasi wabah PMK ini. 

“Agenda pertama adalah agenda SOS, agenda darurat termasuk melakukan lockdown wilayah atau kendang, ” jelas Syahrul.

Beberapa langkah darurat yang sudah dilakukan pemerintah adalah penetapan wabah oleh Menteri Pertanian berdasarkan surat dari Gubernur dan rekomendasi dari otoritas veteriner nasional sesuai dengan PP no 47/2014, pendataan harian jumlah populasi yang positif PMK, penetapan lockdown zona wabah tingkat desa/kecamatan di setiap wilayah dengan radius 3-10 km dari wilayah terdampak wabah, serta melakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan. 

“Agenda kedua adalah agenda temporary, seperti melakukan edukasi kepada peternak terkait SOP pengendalian dan pencegahan PMK, pembentukan gugus tugas tingkat provinsi dan kabupaten, serta melakukan pengawasan ketat masuknya ternak hidup di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang belum bebas PMK,” lanjutnya.

“Agenda ketiga adalah agenda recovery, vaksinasi massal dan surveilans secara rutin, dan saat ini melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT), Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Kementan, kita kebut untuk pembuatan vaksinnya,” pungkas Syahrul. (OL-7)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan sudah mengantongi sosok pelaku yang menewaskan Brigadir J.

Pasangan ini diyakini bisa bersaing untuk memperebutkan kursi presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024.

Copyright © 2022 PT CITRA MEDIANUSA PURNAMA Media Group - mediaindonesia, All Rights Reserved


ApdAntipiretikVitaminKendangLangkah DaruratRecoveryEdukasiDesinfektanAntibiotikVeterinerObat-obatanPotongWabahSapiPenyakit Mulut Dan KukuPmkVaksinVaksinasiHewanTernakPeternak

Kontak Layanan Crisis Center PMK

Any Content, Logo, Images, Trademarks and Registered Trademarks not owned by SiagaPMK.crisis-center.id
that appears on the Websites
is the property of their respective owner(s).
and its property is also protected by copyright law,
used in this website are for public information purposes only
Source By : MediaIndonesia.com